Saturday, January 9th, 2010
Pernah tahu camilan sedang, tidak ringan, tidak juga berat yang berbentuk martabak manis kecil, tipis isinya pisang? Semodel dengan crepes yang dijual secara franchising itu. Di Semarang, camilan ini terkenal dengan nama kue lekker. Dari bahasa belanda yang artinya enak. terbuat dari adonan terigu, yang dipanaskan dengan loyang kecil, kemudian isinya berupa potongan pisang kecil-kecil dan remahan kacang tanah, ditaburi muisjes (meses) dan disiram dengan susu kental manis. Khas jawa banget pokoknya.
Lalu menariknya dimana?
(more…)
Tags: BlogFest'09, kuliner, semarang
Posted in BlogFest'09, Kulineran | 11 Comments »
Tuesday, October 13th, 2009
Di Kota Semarang, ada beberapa restoran yang masih tetap melayani pengunjung dari puluhan tahun lalu. Salah satunya adalah Restoran Danti, sekaligus bakery. Sejak kedua orang tua saya kuliah di Semarang, restoran ini sudah menjadi satu dari sekian jejeran restoran top di Semarang. Konon, dulu namanya Danish.

Lalu apa yang spesial dari restoran ini? Sehingga mampu bertahan begitu lama?
(more…)
Tags: kuliner, semarang, steak
Posted in Kulineran | 15 Comments »
Saturday, August 29th, 2009
Tanpa ampun! kalimat yang cocok untuk seseorang yang tersalahkan, penerima hukuman dari yang lebih kuat tanpa belas kasihan. Bagaimana jika ‘yang-tak-diberi-ampun’ itu seorang raja? Bisa jadi raja tersebut berbalik murka ataupun itu memang kehendak sang raja, artinya raja tersebut memang menyerahkan dirinya untuk ‘tak-diberi-ampun’.
Kebanyakan penjual, penjual apa aja, beranggapan bahwa pembeli adalah raja, yang harus dilayani hingga sang raja merasa nyaman dan tak sungkan dan tak ragu untuk kembali dihari lain.
Jadi sekarang, bagaimana jika pembeli yang ‘tak-diberi-ampun’? Salah apa si pembeli? Atau apa yang dilakukan pembeli, hingga dia mau ‘tidak-diberi-ampun’ oleh sang penjual?
(more…)
Tags: empal, kuliner, nasi goreng, pedas, sambal, semarang
Posted in Kulineran | 6 Comments »
Thursday, January 31st, 2008
Apa jadinya kalau pizza toppingnya tanpa ada secuilpun daging?

Bagi saya sih, it’s delicious, rasanya lebih alami, lebih nendang.. lebih nendang karena rasa bawang putih lebih dominan, cita rasa manis didapat dari irisan kecil tomat. Irisan Black Olive memberikan sedikit sensasi asam dilidah. Jamur pun dilengkapkan sebagai pengganti daging. Itulah kesan pertama ketika mencoba Italian Veggie-nya salah satu warung pizza di Semarang. Meskipun Delivery, pizza masih tetap hangat, karena jarak waktu antara pemesanan hingga tiba ditanganku terbilang cukup singkat, hanya 30 menit.
Meskipun tanpa daging, apakah Italian Veggie cocok dikonsumsi harian? Ummm.. pastinya istri dompet anda akan teriak kalau Italian Veggie dikonsumsi harian.
Tags: kuliner, makanan, pizza
Posted in Daily, Opini | 14 Comments »