Hari ini, saya ke kantor mengenakan jaket Arsenal. Sudah tentu saya diejek habis-habisan selepas kekalahan Arsenal dari Manchester United di ajang semifinal liga champions Eropa, yang pertama di Emirates, London. Terasa menyakitkan, padahal kemarin sudah mempersiapkan bahan ejekan untuk ketiga ’setan’ tersebut. Faktanya, Arsenal memang kalah telak. Tak ada lagi alasan bermain di rumah siapa, wasitnya jelek ataupun dukunnya kalah. Kuakui, kutukan Wiharsono Sableng emang jempolanManchester United bermain lebih baik tadi pagi. No excuse… Arsenal memang layak tersingkir. The Best team win
Look Ma, No Silverware!
Look Ma, It’s Music Store!

Beberapa waktu lalu, ketika santap malam di sebuah warung tenda, ada seorang pengamen mengais rejeki. Mendendangkan beberapa bait lagu pop Indonesia. Ia mendekati seorang bapak-bapak yang terlihat sibuk menunggu hidangan disajikan. Lagu yang dinyanyikan pengamen itu mulai berakhir. Belum ada juga tanda-tanda bapak tadi menyedekahinya. Mungkin karena tak sabar, pengamen itu pun mendekatiku, kuberikan beberapa keping uang dua ratus rupiahan. Begitu menerimanya, pengamen tadi kembali mendekati bapak itu, dan memberikan sebagian uang logam yang kuberikan, sembari mengatakan : “Maaf, pak, nanti kalo ada temen saya yang ngamen, tolong diberikan, buat makan mereka”. Sisanya dibawa pergi.
Look Ma, New Home..

Selamat datang di rumah baru saya.
Silahkan
image taken from walpapercube.com
Look Ma, The Special One…
Jika ada orang yang mampu menghidupkan suasana, ia layak disebut the special one. Jika ada orang yang mampu meriuhkan keadaan, ia pantas dijuluki the special one. Jika ada seseorang yang mampu membuat orang-orang disekitarnya tersenyum, dia pantas dijuluki the special one. Sebaliknya, jika ada seseorang yang sanggup membuat orang lain emosi, dia pantas dijuluki the special one. Apakah the special one itu si Jose Mourinho, pelatih Inter Milan itu? Hmmm.. bukan dia obyek topik kali ini.
Look Ma, Loenpia.net..
Kalau ada komunitas dunia maya yang paling lengkap, pasti itu adalah komunitas Loenpia.net. Kalau ada komunitas off-line yang paling seru, pasti adalah Loenpia.net. Gak percaya? tanyakan saja pada anggotanya, masih ga percaya? Gabung deh.. Masih bilang Loenpia.net gak asyik? Berarti kamu kurang bisa meresapi arti persaudaraan.
Look Ma, Aku Malu Jadi Mahasiswa!
Saya gak habis pikir, jikalau saya menjadi orang tua mahasiswa yang mengacungkan kayu kearah aparat pada gambar di samping. Dibiayain mahal-mahal untuk kuliah di ibukota, bukanya membanggakan ortu, malah bikin cemas.
Semenjak pemerintah benar-benar menaikan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi, demo menolak kebijakan tak populer pemerintah menjamur, mulai dari ibu-ibu rumah tangga hingga anggota DPR, tak ketinggalan mahasiswa. Saya sejujurnya juga gak kepingin harga BBM bersubsidi naik. Tanyalah kepada siapapun, siapa yang ingin membeli BBM lebih mahal daripada hari kemarin.
Saya setuju jika mahasiswa membela rakyat kecil. Saya setuju jika mahasiswa berpihak kepada rakyat miskin yang semakin terjepit himpitan ekonomi. Tapi tidak dengan anarkhisme. Mau pake alasan SBY-JK menaikan harga BBM? Duh.. apa gak baca koran atau berita? katanya mahasiswa? Tau kan kalau harga BBM tanggal 29 Mei 2008 berada dikisaran US$ 130/barrel? Tau kan kalau itu dipicu oleh melemahnya ekonomi AS yang notabene sebagai konsumen produk minyak terbesar didunia? Tau kan kalau Cina lagi rakus minta BBM untuk persiapan Olimpiade Beijing Agustus besok? Katanya mahasiswa? Mestinya protes sama pemerintah AS atau China. Mau bilang Indonesia kaya minyak? Lha para aset bangsanya pada sibuk demonstrasi, bukanya belajar yang serius, cepat lulus. Katanya mahasiswa?




