Pernah tahu camilan sedang, tidak ringan, tidak juga berat yang berbentuk martabak manis kecil, tipis isinya pisang? Semodel dengan crepes yang dijual secara franchising itu. Di Semarang, camilan ini terkenal dengan nama kue lekker. Dari bahasa belanda yang artinya enak. terbuat dari adonan terigu, yang dipanaskan dengan loyang kecil, kemudian isinya berupa potongan pisang kecil-kecil dan remahan kacang tanah, ditaburi muisjes (meses) dan disiram dengan susu kental manis. Khas jawa banget pokoknya.
Lalu menariknya dimana?
Adalah Pak Paimo yang merasa jenuh dengan kue lekker yang itu-itu saja. Sesuai dengan prinsip lifecycle produk, harus ada inovasi ketika sebuah produk telah mengalami kejenuhan pada pasar. Tidak lagi hanya berisi pisang dan muisjes coklat. Tapi mulai ditambahi keju, telur hingga daging tuna dan sosis. Uniknya, kue lekker pak Paimo juga bisa berasa pedas.
Berlokasi di depan SMA Kolose Loyola, pak Paimo menggelar dagangannya, dengan brand Lekker Paimo. Seperti saya sebutkan tadi, variannya beragam, mulai dari lekker coklat seharga Rp 1000 hingga lekker sosis mozarella yang seharga Rp 12000. diantaranya ada lekker pisang karamel, lekker telur jagung keju, lekker telur keju sosis tuna.
Kemudian saya tertarik kepada lekker sosis mozarella. Pingin tahu, makanan ndeso pake mozarella. Awalnya saya memesan untuk dibawa pulang, karena tidak tersedia tempat duduk, penuh. Tapi si penjual menyarankan kalau sosis mozarella lebih nikmat jika dimakan ditempat, selain masih panas, mozarella-nya juga masih stingy. (stingy itu kalau kita mengambil potongan slice pizza, ada kayak serat kejunya itu lho).
Adonan terigu dipanaskan persis dengan cara membuat adonan martabak manis (terang bulan),
bedanya, loyang diputar, memanfaatkan gaya sentripetal, agar adonan berkumpul ditengah , guna menempatkan isi lekker. Analisa saya seperti itu. Kemudian 2 sosis sapi mini dicacah diatas adonan, diberi potongan daun bawang (wong ndeso nyebute uncang), dan potongan keju mozarella.
Terakhir sambelnya, saya minta jangan terlalu pedas. Kemudian diputar lagi, agar semua isi berkumpul ditengah. Tak perlu waktu lama, adonan kemudian dilipat dua, siap disajikan di atas piring kecil.

Begitu membelah lekker ini, keju mozarella dan cacahan daging sosis tumpah. Waa nikmatnya, dan stingy-nya mozarella membuat sensasi tersendiri. Persis seperti mengunyah pizza. Pedasnya juga nendang banget. Lain kali saya memesan dengan sedikit sambel saja. Yang membedakan dengan mengunyah pizza ala italia adalah ketika daun bawang mulai nempel dilidah, baru terasa khas tradisionalnya. Benar-benar paduan unik tapi sempurna.
Dagangan lekker paimo ini terletak di Jl. Karanganyar Semarang, tepat didepan SMA Kolose Loyola. Buka dari pagi hingga menjelang sore.
Tags: BlogFest'09, kuliner, semarang






mbok ya tadi itu belinya yg agak normal aja isinya :p … saya tunggu menu berikut yg dibawa ke rumah
mantebss…. siap siap nyoba….
yg bener uncang apa unclang?
waduh menggoda perut ne, jadi pengen jalan-jalan kesemarang, melihat aneka makanan jadi laper..
salam dari pernikahan adat Indonesia
salam kenal
Loh Ri, itu berarti deket dg tempat kita makan sayur asem2 Koh Liem dong? Hmm.. harusnya mampir tuh, hiks
Pengen nyobain yg tuna deh..
woghh,, cedak plampitan yah..
*ngiler*
huahhhh yummy banget, cuma kok disemarang yah ?! jauh amat wakakakakak~
besok beli ituan ah… (yang pake mozza bikin ngiler)
sebetulnya,kalo tak perkirakan rasane biasa.
tapi,cara motone top..!!!
JO LALI,NDANG BALEKKE KAMERANE…AMEH TAK ENGGO
Dimana ya tu ??? kayake pernah liat, potone emang menggugah selera kui.. , menurut kang ariw Ikon Kuliner Semarang itu apa ya??