
Beberapa waktu lalu, ketika santap malam di sebuah warung tenda, ada seorang pengamen mengais rejeki. Mendendangkan beberapa bait lagu pop Indonesia. Ia mendekati seorang bapak-bapak yang terlihat sibuk menunggu hidangan disajikan. Lagu yang dinyanyikan pengamen itu mulai berakhir. Belum ada juga tanda-tanda bapak tadi menyedekahinya. Mungkin karena tak sabar, pengamen itu pun mendekatiku, kuberikan beberapa keping uang dua ratus rupiahan. BegituĀ menerimanya, pengamen tadi kembali mendekati bapak itu, dan memberikan sebagian uang logam yang kuberikan, sembari mengatakan : “Maaf, pak, nanti kalo ada temen saya yang ngamen, tolong diberikan, buat makan mereka”. Sisanya dibawa pergi.
Pengamen saja jika mendendangkan lagu bisa saja emosi, karena merasa tak dihargai. Pengamen tadi tidak memaksa untuk diberikan uang, ia hanya butuh penghargaan, entah berupa penolakan, ataupun pemberian. Padahal si pendengar tidak berharap dinyanyikan.
Apalagi jika posisi pengamen tersebut diisi seorang artis, bersama produsernya, berikut pencipta lagu. Kemudian si pendengar memang ingin mendengarkan lagu tersebut. Bisa dibayangkan bagaimana emosinya artis tersebut, beserta produser dan pencipta lagunya. Tidak heran jika mayoritas pekerja seni hiburan giat mengkampanyekan anti pembajakan.
Tapi tidak kemudian pembajakan karya seni itu hilang begitu saja. Internet menyajikan beragam konten seni hiburan untuk dinikmati, untuk siapa saja dan kapan saja. Tanpa si artis menikmati hasil kerjanya. Meskipun royalti yang mereka terima dari penjualan musik mereka tidak seberapa.
Secara pribadi, saya masih mengkonsumsi musik bajakan. Biasanya saya hanya ingin mendengarkan satu atau beberapa lagu dari album si artis. Kalau harus membeli satu album penuh, bisa-bisa target menikah mundur terus. Tapi sekarang beda, mereka jeli menjual kerjaan mereka, paham bahwa tidak semua orang sanggup membeli satu album utuh, mereka menjualnya secara eceran, tentunya lebih terjangkau.
Di luar negeri, sudah banyak yang menjual lagu secara eceran. Yang populer contohnya iTunes. Di Indonesia belum sepopuler itu. Pada 2006, pernah ada yang menjual lagu eceran digital, tapi tak bertahan lama. Mungkin karena kurang penetrasi ke pasar yang dituju.
Kini, terdapat beberapa online music store yang menjual hasil karya artis Indonesia, diantaranya PlayMusic, KapanLagi.com. Murah dan praktis. Harga jualnya berkisar antara Rp 5.500 hingga Rp 8.800. Meskipun tidak semua album baru yang beredar tersedia. Setidaknya kita bisa menghargai si artis walau sedikit.
Yang terbaik saya pikir adalah kapanlagi.com. Pilihan pembayaran beragam, mulai dari sms, iVas, hingga online voucher. Sedangkan PlayMusic hanya menggunakan PlayPoint, mata uang mereka sendiri, tidak fleksibel.
Cara membelinya pun cukup praktis, tinggal pilih lagunya, bayar, unduh kemudian aktifasi untuk didengarkan.

Kemudian pilih sistem pembayaran
Unduh berkas lagu tersebut,
Kemudian aktifasi menggunakan Windows Media Player, atau yang mendukung fasilitas DRM

Selesai sudah, anda telah menghargai mereka.
Tentunya setelah membeli lagu tersebut, kita tak diperkenankan menyebarkan sembarangan. Karena kita membelinya untuk konsumsi pribadi, oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
- File yang dimainkan untuk pertama kalinya harus diunduh pada komputer milik sendiri (bukan di warnet)
- Sudah memiliki software music player kompatibel dengan format .wma (contoh: Windows Media Player)
- Terdapat fasilitas internet dan koneksi yang mendukung (untuk download dan memainkan pertama kalinya)
- File dapat ditransfer ke alat musik portabel lainnya yang kompatibel dengan WMP (Windows Media Player) sebanyak satu kali
- File tidak dapat di-burn dalam bentuk eksternal jenis apapun contoh : CD
- Link ke lagu akan disimpan di Playlist si pengguna dan dapat diunduh sepuasnya dalam waktu 7 hari tanpa ada tambahan biaya
- Biaya akan dikenakan jika ingin men-donwload lagi file tersebut di komputer lain
Meskipun dibatasi, tidak terlalu menggangu bukan?
Ada kalanya menghargai orang lain itu indah.


pertamaxxxxx plussssssss
lha klo mau di buat jalan jalan gmn riw……
misal ada di hp, laptop ma mp3 player…….
tapi sippp dech…….
misalkan dari hasil downloadtan tersebut ada label pendownload mungkin lebih asik lagi ya…
ada yang formatnya MP3 nggak ya?
mas ariw, emangnya lagu yang ada di playlist n leppy mu itu udah kamu beli??
)
info yg menarik riw ….
giatkan anti pembajakan dan hargai karya seni mereka ….
*nerusin donlot mp3*
mahal juga yak
eh tadi udah komen apa salah mencet yah
pas santap malm ma sapa tuch??????
hehehe
[...] this topic.Powered by WP Greet Box WordPress PluginBeberapa waktu lalu saya sempat mengulas sebuah music store online. Yang mengumpakan, kadang kala seorang pengamen jika tak diberi imbalan, suka memaksa. Apalagi jika [...]